“Menerjemahkan yang begini kan gampang”

Kejadian ini sebenarnya sudah cukup lama, hampir setahun yang lalu. Hari itu saya kedatangan 3 orang mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta, yang bisa saya kenali dari jaket kampus yang dikenakannya. Niat mereka adalah untuk menerjemahkan teks. Mereka menyerahkan 4 lembar kertas ukuran A4, fotokopian yang agak lecek dan tulisannya tidak jelas alias kabur. Dengan font size yang kecil, saya perkirakan size 9 point, spasi rapat alias jarak ketikannya 1 spasi.

Setelah mengamati teks tersebut, yang ternyata adalah teks hukum, dan setelah memperkirakan tingkat kesulitan serta  susahnya membaca tulisannya yang kecil, rapat dan kabur, saya tanya mereka kapan dibutuhkan hasil terjemahannya. 

“Saya butuh sekarang, bu…1 jam lagi harus dikumpulkan. Ini tugas kuliah yang harus dikumpulkan sekarang.” Saya bengong. Tugas kuliah yang akan dikumpulkan 1 jam lagi, baru dibuat sekarang??

Saya memperhatikan lagi teks tersebut, mereka-reka, memperkirakan kemampuan saya. Keputusannya, dengan berat hati saya terpaksa menolak mengerjakannya dalam waktu 1 jam.

“Maaf, dik…saya tidak bisa menyelesaikannya dalam waktu 1 jam”

“Kenapa begitu?”, tanya salah satu dari mereka.

“Dengan kondisi teks sumber seperti ini, membacanya saja belum tentu selesai dalam 1 jam, apalagi menerjemahkannya.”

“Tapi menerjemahkan dengan komputer kan gampang, bu.”

“Maksudnya?”, saya tidak mengerti maksudnya.

“Kan tinggal dimasukkan ke komputer saja.”

“Oh, ya? Apanya yang harus dimasukkan?”, saya berusaha menahan senyum.

Mereka tidak bisa menjawab pertanyaan saya, trus salah satu diantaranya berkata : “Temen saya bilang begitu.”

Ohh…cakep-cakep, keren-keren, mahasiswa, tapi kok (maaf) oon sih?

Jelas sekali mereka tidak paham komputer, tetapi percaya begitu saja apa kata temannya. Mereka mengira komputer adalah sebuah benda ajaib yang bisa melakukan apa saja. Saya memberikan sedikit penjelasan, dan dengan berat hati mengatakan bahwa saya tidak bisa membantunya menerjemahkan teks itu dalam waktu 1 jam.

 

Advertisements

One thought on ““Menerjemahkan yang begini kan gampang”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s