Memancing, hobi yang aneh?

Di kompleks perumahan saya, ada sebuah sungai yang membentang di sisi selatan jalan utama menuju kompleks perumahan kami. Pinggiran sungai tersebut ditata sedemikian rupa sehingga kelihatan indah dan bersih. Beberapa tanaman hias makin mempercantik pemandangan, juga ada beberapa pohon pisang dan kelapa gading. Warga perumahan yang kebetulan memerlukan daun pisang atau buah kelapa, boleh memetik di sana karena itu dianggap milik bersama.

Di pinggir sungai itulah saya sering melihat beberapa orang yang memancing, duduk  terpekur menatap ke air sungai tanpa bergerak. Memandang air sungai berharap ada sedikit gerakan dari pancing mereka. Setiap saya melihat orang-orang yang memancing di sana, saya selalu tidak habis pikir.  Tidak pagi, siang, sore, malam selalu saja ada yang memancing di sana, membuat saya heran campur takjub dengan kesabaran mereka menunggu ikan yang menghampiri umpan di ujung pancing mereka.  Mereka seperti tidak peduli dengan dingin dan nyamuk yang menggigiti kulit tubuh mereka. Di musim hujan pun para pemancing tidak mengurungkan niat untuk memancing. Tangan kiri memegang payung dan tangan kanan memegang pancing, membuat saya senyum-senyum sendiri.

Saya sering berpikir, sebegitu nikmatnyakah memancing sehingga mereka betul-betul tidak peduli cuaca, tidak peduli waktu, tetap saja duduk tepekur tanpa ada jaminan mendapat ikan barang seekor pun. Saya sempat berpikir betapa anehnya mereka dan “menyiksa” diri seperti itu. Tapi, namanya juga hobi kan? Mungkin dengan memancing mereka bisa melatih kesabaran dan mendapatkan kepuasan batin ketika ada ikan yang memakan umpan pancing mereka. Saya membayangkan diri sendiri, yang tidak akan mungkin bisa betah bergelap-gelap atau berhujan-hujan untuk memancing (eh, emang ada perempuan yang suka mancing ya?). 😀

Suami saya beberapa kali membuang ikan ke sungai itu. Ceritanya, di halaman belakang rumah saya, ada sebuah kolam yang melingkari Merajan (Pura kecil yang biasa ada di tiap-tiap rumah pemeluk Hindu). Ada beberapa pohon teratai di sana. Untuk mencegah agar nyamuk tidak berkembang biak, kami menyemplungkan beberapa ikan, ada ikan mujair dan ada ikan karper. Seiring waktu, ikan-ikan tersebut berkembang biak menjadi banyak sekali. Kami bingung mau diapakan ikan-ikan tersebut. Saking banyaknya, ikan-ikan itu kelihatan seperti berdesakan di tengah kolam yang sebenarnya cukup besar. Kalau diambil untuk dimasak sendiri dan dimakan sendiri, aduh, sudah pasti kami tidak berani, tidak tega makan peliharaan sendiri. Akhirnya, timbul ide untuk mengambil ikan-ikan tersebut dan membuangnya ke sungai. Begitu seterusnya. Barangkali ikan-ikan yang dipancing oleh orang-orang itu, salah satunya adalah keturunan dari ikan-ikan saya yang dibuang di sana. 🙂

Kembali kepada para pemancing yang saya anggap aneh tadi, setelah seharian atau semalaman memancing tapi tidak mendapatkan seekor ikan pun, kira-kira gimana ya perasaan mereka? Kesal? Kecewa? Marah? Atau biasa-biasa saja, karena tujuan mereka memancing bukanlah untuk mendapatkan ikan, tapi hanya sebagai refreshing? Bisa jadi demikian.

Kemudian saya berpikir, kalau mereka tahu,  jangan-jangan para pemancing itu juga menganggap saya aneh, berjam-jam di depan komputer, memelototi layar komputer, “menyiksa” mata J. Atau mungkin mereka juga menganggap saya aneh kalau mereka tahu saya hobi membaca novel dan sering hanyut terbawa cerita. Berlinang air mata, kalau ceritanya sedih dan menyayat, dan tersenyum bahkan tertawa sendiri kalau ada cerita yang lucu. Bisa jadi mereka akan berpikir: aneh sekali orang ini, dibuat nangis oleh sebuah novel (yang notabene adalah fiksi). 😀

Yah, setiap orang mempunyai hobi yang berbeda-beda, yang mungkin terasa aneh bagi orang lain, tapi sangat menyenangkan dan membahagiakan bagi si pelaku hobi tersebut, dan tentu sama sekali tidak aneh, bukan? 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s