Buket mawar yang indah

Kemarin siang saya mengantar anak ke kios bunga untuk membeli buket bunga, karena sore harinya dia akan menghadiri resepsi pernikahan. Sang mempelai perempuan adalah kakak dari sahabatnya. Anak saya akan datang berlima, yang merupakan teman-teman dekat dari sang sahabat.

Tempat yang kami tuju adalah kios bunga di Jalan Sutoyo, Denpasar, di sana berderet banyak kios dengan berbagai jenis bunga yang indah dan wangi. Sampai di sana, anak saya minta pendapat saya, bunga apa sebaiknya yang dibeli. Saya menyarankan mawar merah. Oleh si penjaga kios, kami dipersilakan memilih sendiri. Kami pun asyik memilih-milih mawar dan sesekali menciumnya. Hm, wangi nian.

Ketika sedang asyik memilih-milih, seorang pemuda memasuki kios dan dengan wajah malu-malu langsung mencari si penjaga kios.

“Mas, saya mau beli mawar tiga tangkai, yang merah dan putih,” kata pemuda itu.

“Silakan dipilih, Mas,” jawab si penjaga.

“Oh, baiknya mawar merah yang dua tangkai atau yang putih, Mas?” tanya pemuda itu lagi.

Si penjaga kios tidak menjawab, mungkin dia bingung, atau jangan-jangan dalam hati dia berkata: “Yah, terserah Mas dong, sukanya yang gimana.”

Pemuda itu tampak bingung sejenak kemudian berkata, “Yang putih dua deh,  yang merah satu.”

Ketika si penjaga beranjak, si pemuda menyela lagi, “Eh, nggak  nggak, yang merah dua, yang putih satu, tolong dirangkai yah, yang putih taruh di tengah-tengah.”

Saya yang mendengar percakapan itu  tersenyum dalam hati. Anak saya rupanya juga mendengar percakapan tersebut dan tidak bisa menahan senyumnya, bahkan pecah menjadi tawa kecil. Karena takut suara tawanya terdengar oleh pemuda itu, dia menjauh. Saya mengikutinya.

“Aih aih, cowok itu pasti beli bunga untuk nembak seorang cewek, Bu,” katanya sambil cekikikan kecil dan berusaha menutup mulutnya dengan telapak tangannya. “Aaah…  so sweet sekali orang ini,” lanjutnya dengan nada jahil. “Jangan malu-malu dong, Mas.”

Saya bisa pastikan, kalau saja pemuda itu temannya sendiri, pasti habis sudah digodain dan dikerjain.  Anak saya ini memang usil, jahil bin jenaka.

“Waw, kapan yaa… ada yang kasih mawar ke Ajung, hihihi.”

Entah orang itu mendengar suara anak saya atau bagaimana, dia melirik anak  saya sekilas. Tapi anak saya tidak melihatnya, dia sedang mengalihkan pandangan dan berusaha meredam tawanya. Akhirnya pemuda itu pergi, setelah dibuatkan buket mungil oleh si penjaga kios.

Kami lanjut memilih-milih mawar yang segar, karena buket yang akan  dibuat cukup besar, sehingga perlu mawar cukup banyak. Anak saya urunan berempat, sehingga bisa membeli buket yang cukup besar. Mestinya berlima, tapi karena satu temannya sudah nyumbang mobil + bensin, jadi dia tidak dikenai urunan untuk pembelian buket  lagi (ternyata pinter juga anak-anak ini berhitung) 😀

Sambil menunggu si Mas penjaga kios merangkai buket, anak saya masih ketawa-ketiwi mengingat tingkah pemuda yang dianggapnya lucu karena bersikap malu-malu.

“Bu, kapan ya Ajung mendapat buket seperti itu?” tanyanya masih sambil senyam-senyum.

Saya sendiri hanya tertawa. Walaupun sudah mahasiswi, sampai sekarang dia belum pernah pacaran. Tampaknya dia masih fokus mengejar cita-cita. Ketika teman-temannya dari SMP sudah sekian kali gonta-ganti pacar, dia belum ada niat untuk pacaran. Tapi dia punya beberapa sahabat,  laki-laki atau perempuan, yang selalu siap menemani sehingga dia tidak pernah merasa sendiri.

Tenang, Nak, suatu hari nanti akan ada seorang pangeran yang akan mempersembahkan sebuah buket bunga yang cantik dan menyatakan cintanya, yang akan menjadi calon mantu terbaik bagi Ibu, karena kau memang pantas mendapatkan sebaik-baiknya seorang lelaki.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s