Archive | December 2012

Kaoshikii Dance (Yoga #5 dan #6)

Yoga-and-DanceSesi yoga pertemuan kelima dan keenam, makin menyenangkan. Setelah melakukan beberapa pose, mengulang pose-pose sebelumnya dan tambahan pose baru, kami  melakukan tarian yoga juga. Sekarang sudah tahu namanya, tidak lupa lagi.  🙂 Kaoshikii Dance.

Beberapa manfaat Kaoshikii Dance, seperti yang dijelaskan oleh sang guru antara lain:

1. Mengaktifkan seluruh kelenjar dari ujung kaki sampai ujung kepala

2. Membantu tulang belakang agar lebih fleksibel

3. Membantu meringankan/menyembuhkan arthritis pada tulang belakang, leher, pinggang dan persendian

4. Menambah kekuatan dan ketajaman pikiran

5. Menambah daya kontrol pada tangan dan kaki

7. Membantu mempercerah kulit dan wajah

8. Membantu menenangkan pikiran dan menghilangkan keputusasaan

9. Memperlancar sekresi hormon dalam tubuh kita.

10. Menghilangkan kelesuan.

Dan banyak lagi manfaat lainnya bagi kesehatan. Sungguh, sangat tidak rugi mengikuti senam yoga ini.

Sebelum bubar, saya sempat berbincang-bincang dengan sang guru. Ternyata beliau sudah mengikuti yoga sejak tahun 1992 dan sempat mendalami yoga di India selama dua tahun.  Sejak tahun 1994 sudah jadi vegetarian. Pola hidup sehat ditambah rutin yoga menyebabkan penampilannya jauh lebih muda dari usianya, dengan pembawaan dan tutur kata yang halus.

NB: Gambar di atas diambil di sini.

Advertisements

#Postcardfiction: Jangan kutuk anakmu, Ibu

Ibu,

Mohon ampunMaafkan anakmu yang telah membuatmu kecewa. Anak yang kau timang-timang sejak kecil, kau susui dengan penuh kasih, ternyata, setelah besar, setelah dewasa hanya membuatmu kecewa.

Ibu, aku tahu kau heran dengan perubahanku, yang sedari kecil selalu menjadi anak yang paling penurut di antara anak-anakmu yang lain, tiba-tiba menjadi pemberontak. Ibu, maafkan aku telah membuatmu begitu shock. Karena tak pernah kau sangka aku bisa menjadi sepemberontak ini. Sebelumnya, bahkan untuk memilih jurusan kuliah pun aku selalu  mematuhimu.

Aku mulai memberontak dalam hati ketika kudengar engkau hendak menjodohkan aku dengan seseorang yang masih kerabat kita. Tadinya aku tidak terlalu memikirkannya, tetapi ketika kudengar rencana itu semakin santer, aku mulai was-was. Entah kenapa, aku merasa begitu tersinggung dan kecewa ketika engkau mengutarakan hal itu padaku.

Aku tersinggung dan merasa dianggap tidak mampu untuk mencari jodohku sendiri. Tapi aku hanya diam. Ketika engkau makin serius membicarakannya, aku juga diam saja. Tidak berkomentar apa pun. Sebenarnya, saat itu aku berada dalam keadaan bingung dan sedih. Bingung tidak tahu harus berkata apa, karena di hati kecilku aku tidak ingin mengecewakanmu, dalam bentuk apa pun, seperti yang selama ini kulakukan, aku selalu menurut.

Aku sedih, karena kali ini aku harus mengecewakanmu. Aku sudah mempunyai pilihan sendiri, Ibu, yang menurutmu tidak sesuai dengan kriteriamu, tidak sesuai dengan wangsa kita.

Ketika engkau semakin serius membicarakan perjodohan itu, aku pun sibuk menyusun rencana untuk lari dari rumah. Aku tak tega menyakiti pasanganku, Ibu. Tapi malah lebih tega menyakitimu, mengecewakanmu dan meninggalkanmu? Ibu, ampuni aku.

Kini, aku telah pergi dari sisimu. Ibu, berikan aku sedikit restumu, jangan kutuk anakmu ini. Aku sadar sepenuhnya, sepatah kata kutukan dari seorang Ibu adalah nestapa berkepanjangan untuk anaknya. Berikan aku kesempatan untuk menunjukkan bahwa pilihanku tidak salah. Terimalah kami, Ibu, berikan kesempatan padaku untuk membahagiakanmu.

 

Doaku untukmu, Ibu, dan mohon pengampunanmu….

Yoga (#4)

Segarrrr. Itu yang saya rasakan ketika baru selesai latihan yoga.

Hari ini hari keempat. Masih gerakan dasar dan mengulang gerakan-gerakan sebelumnya. Kemudian ditambah beberapa pose baru. Yang jelas, tetap menyenangkan. Manfaat yoga makin saya rasakan di samping tubuh terasa lebih ringan, juga tidak cepat capek. Biasanya kalau naik tangga menuju lantai dua, itu cukup membuat saya agak terengah-engah. Tetapi sekarang tidak lagi.

vajrasana_090511045318Satu lagi yang terpenting adalah pose bajrasana sangat membantu saya, karena dalam keseharian, dalam bersembahyang umat Hindu (perempuan) akan duduk dalam  pose bajrasana (bersimpuh). Biasanya saya tidak kuat bersimpuh lama-lama, cepat pegal dan sakit di lutut.  Tetapi sekarang pose bajrasana terasa menyenangkan.

Hari ini sesi yoga ditutup dengan tarian yoga (yang lagi-lagi saya lupa namanya). Kemudian dilanjutkan dengan pendinginan dan relaksasi dan pemijatan sendiri. Ah, senangnya.

Ketika masih gadis saya ikut beladiri kempo, saya suka olahraga yang berbau macho. Waktu SMA saya juga sering mendaki gunung.  Setelah menikah dan menjadi ibu, saya ikut senam aerobic, dan di rumah senam sendiri dengan mengikuti panduan video dari Berty Tilarso. Saya memilih video senam Taebo, yang mengkombinasikan gerakan aerobic dan Thai Boxing. Seru. Tetapi belakangan saya agak kurang olah raga karena beberapa kesibukan yang membuat saya keasyikan.

Nah, tampaknya yoga sekarang bisa membuat saya lebih asyik lagi, karena sudah sejak lama saya menginginkannya.

Yoga (#3)

Hari Selasa, 4 Desember 2012, adalah hari pertemuan ketiga untuk kelas yoga yang saya ikuti. Tentu saja tetap menyenangkan. Disamping gerakan dasar, sang guru sudah mulai memberikan pose-pose yang lebih rumit (rumit untuk pemula tentu saja :D). Sebelum memberikan contoh untuk sebuah pose, sang guru selalu menyebutkan nama posenya terlebih dahulu, kemudian memberikan contoh, setelah itu kami disuruh melakukan gerakan tersebut. Hanya saja saya belum hapal dengan nama-nama tersebut. Lupa :-). Saya lebih fokus memperhatikan contoh pose tersebut dengan saksama. Tetapi yang jelas pose-pose tersebut termasuk kelompok Raja Yoga (semoga saya tidak  salah denger) :D.

Kelenturan tubuh saya sudah mulai ada sedikit kemajuan. Atau mungkin sang guru yang pintar mengarahkan. Ada satu pose yang sebelumnya tak pernah terbayang saya akan bisa melakukannya. Dalam melakukan setiap pose sang guru selalu memandu dan memberi instruksi secara perlahan-lahan bagian tubuh mana yang harus digerakkan, dengan hitungan tertentu plus musik pengiring nan lembut. Pada akhir hitungan, tak terasa jari-jari kaki kanan saya bisa menyentuh kening dengan posisi masih duduk. Begitu juga dengan kaki kiri, dilakukan bergantian dengan gerakan yang sama.

Menyenangkan. Setelah hampir dua jam dan setelah melakukan beberapa pose, sebelum sesi hari itu berakhir, kami diberikan sebuah gerakan seperti tarian. Lagi-lagi saya lupa namanya (minggu depan saya akan tanyakan 🙂 ), gerakan tarian ini dilakukan dalam posisi berdiri, telapak tangan dikatupkan, lengan meliuk-liuk, tubuh bergerak ke segala arah dengan tetap berada di posisi.  Cukup lincah dan ritmik tapi masih tetap dalam pakem yoga.  Perasaan terasa tenang dan gembira.

Sebelum berakhir, seperti biasa melakukan pendinginan terlebih dahulu dan pemijatan diri sendiri. Relaksasi. Tubuh pun segar kembali.

 

Dijual: rumah lokasi di Jln. Imam Bonjol Denpasar

Rumah di ImboDi jual sebuah rumah,  terletak di Jalan Imam Bonjol Denpasar, tepatnya Perumahan Taman Mutiara.  Lokasi yang strategis, di tengah Kota Denpasar, dan hanya 5-10 menit ke Kuta.  Walaupun terletak di tengah kota, tapi suasananya  tidak bising karena dari pinggir jalan raya (Imam Bonjol), untuk  menuju kompleks perumahan masuk ke timur + 300 meter, dengan jalan kompleks selebar + 10 meter.

Di seberang kompleks perumahan ini terdapat Carrefour Imam Bonjol. Cocok untuk hunian atau untuk kantor. Selain  orang lokal, di kompleks perumahan ini juga banyak terdapat warga expatriat.

Data-data rumah:

Luas tanah 4 are, dua lantai, luas bangunan + 200 m2:  5 kamar tidur, 3 kamar mandi, 1 ruang kerja, 1 ruang tamu, ruang  keluarga, gudang, halaman depan & belakang, carport untuk 2 mobil,  listrik diatas 2200,  2 line telpon, PAM, dan sumur bor.

Harga: Rp. 4,5M

Saat ini rumah tersebut sedang dikontrak oleh sebuah perusahaan, tetapi si pemilik tidak  ingin memperpanjangnya karena  akan segera dijual (masa kontrak berakhir Februari 2013). Rumah ini dijual karena si pemilik akan  menetap dan membeli rumah di tempat lain (di Dalung),  supaya berdekatan dengan rumah orangtua.

Catatan: Daya listrik awal 2200, tetapi si pengontrak menambah daya lagi.

Jadi model praktek lagi

01122012(010)Hari Sabtu, 1 Des 2012, saya didaulat lagi menjadi model praktek tata rias untuk ponakan saya. Kali ini agak melelahkan. Saya mulai dirias pukul tiga sore, dan baru selesai pukul delapan malam. Seperti minggu lalu, untuk rias wajah kendala masih ada di alis. Berkali-kali dihapus, diulang dan dihapus lagi, diulang lagi. Akhirnya, setelah sekian kali, sang guru menyatakan sudah cukup. Wajah beres, lanjut ke rambut. Kemarin masih tata rias modifikasi, tapi dengan bentuk sanggul yang berbeda dengan minggu lalu. Di rambut tidak terlalu masalah. Lancar.

Nah, masalah dimulai ketika mengenakan kain. Ternyata memasangkan kain tidak segampang kelihatannya. Minggu lalu masih dibantu oleh gurunya, sehingga lebih cepet selesai. Tapi kali ini ponakan harus mengerjakan sendiri, tidak dibantu, hanya dipandu saja. Berkali-kali diulangi, salah terus.  Entah berapa jam saya berdiri, kaki rasanya mau copot. Saya  pasrah, mengikuti instruksi harus menghadap ke mana.  Akhirnya memasang kain selesai, lanjut dengan melilitkan stagen dasar (warna hitam) kemudian ditumpuk dengan stagen prada keemasan.

Proses ini ternyata lebih ribet. Tak saya duga, ternyata melilitkan stagen benar-benar tidak gampang dan ternyata ada tekniknya. Ketika hampir selesai, belakang baru kelihatan ada lilitan yang tidak bagus, tidak rata. Kalau dibiarkan perut si model akan kelihatan bergelembung. Sangat tidak elok dipandang. Akhirnya, dibongkar total. Prosesnya diulang dari awal. Duh, saya mulai bergera-gerak berusaha menghilangkan pegal di kaki. Ponakan saya rupanya ngeh dan menyadari saya sudah mulai capek berdiri.

“Ibuuu, maafkan Aya, gara-gara salah tadi, harus diulang lagi. Ibu jadi lama berdiri,” katanya dengan nada bersalah.

“Ah, ngga apa-apa kok. Ibu cuma pegel dikit, ngga apa-apa, bener.” Saya membesarkan hatinya sambil tersenyum.

Sungguh, saya ikhlas membantu ponakan agar cepat tamat kursusnya.

Akhirnyaaaa, sekian jam kemudian selesailah semua. Legaaa 🙂

Hampir pukul sembilan saya baru sampai di rumah. Ternyata, jadi model itu memang melelahkan. Baru model segitu aja. Belum jadi model beneran. 🙂

Tengah malam, ketika sudah tertidur, saya terbangun karena kaki saya kram. Sakiiiittt sekali. Duh, apa karena kelamaan berdiri ya? 😀