Jadi model praktek lagi

01122012(010)Hari Sabtu, 1 Des 2012, saya didaulat lagi menjadi model praktek tata rias untuk ponakan saya. Kali ini agak melelahkan. Saya mulai dirias pukul tiga sore, dan baru selesai pukul delapan malam. Seperti minggu lalu, untuk rias wajah kendala masih ada di alis. Berkali-kali dihapus, diulang dan dihapus lagi, diulang lagi. Akhirnya, setelah sekian kali, sang guru menyatakan sudah cukup. Wajah beres, lanjut ke rambut. Kemarin masih tata rias modifikasi, tapi dengan bentuk sanggul yang berbeda dengan minggu lalu. Di rambut tidak terlalu masalah. Lancar.

Nah, masalah dimulai ketika mengenakan kain. Ternyata memasangkan kain tidak segampang kelihatannya. Minggu lalu masih dibantu oleh gurunya, sehingga lebih cepet selesai. Tapi kali ini ponakan harus mengerjakan sendiri, tidak dibantu, hanya dipandu saja. Berkali-kali diulangi, salah terus.  Entah berapa jam saya berdiri, kaki rasanya mau copot. Saya  pasrah, mengikuti instruksi harus menghadap ke mana.  Akhirnya memasang kain selesai, lanjut dengan melilitkan stagen dasar (warna hitam) kemudian ditumpuk dengan stagen prada keemasan.

Proses ini ternyata lebih ribet. Tak saya duga, ternyata melilitkan stagen benar-benar tidak gampang dan ternyata ada tekniknya. Ketika hampir selesai, belakang baru kelihatan ada lilitan yang tidak bagus, tidak rata. Kalau dibiarkan perut si model akan kelihatan bergelembung. Sangat tidak elok dipandang. Akhirnya, dibongkar total. Prosesnya diulang dari awal. Duh, saya mulai bergera-gerak berusaha menghilangkan pegal di kaki. Ponakan saya rupanya ngeh dan menyadari saya sudah mulai capek berdiri.

“Ibuuu, maafkan Aya, gara-gara salah tadi, harus diulang lagi. Ibu jadi lama berdiri,” katanya dengan nada bersalah.

“Ah, ngga apa-apa kok. Ibu cuma pegel dikit, ngga apa-apa, bener.” Saya membesarkan hatinya sambil tersenyum.

Sungguh, saya ikhlas membantu ponakan agar cepat tamat kursusnya.

Akhirnyaaaa, sekian jam kemudian selesailah semua. Legaaa 🙂

Hampir pukul sembilan saya baru sampai di rumah. Ternyata, jadi model itu memang melelahkan. Baru model segitu aja. Belum jadi model beneran. 🙂

Tengah malam, ketika sudah tertidur, saya terbangun karena kaki saya kram. Sakiiiittt sekali. Duh, apa karena kelamaan berdiri ya? 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s