Di zaman edan ini masih ada orang baik? Masih!

Masih percaya di zaman edan ini ada banyak orang baik? Masih!  Tidak percaya? Ini salah satu buktinya.

Hari menjelang siang, ketika saya baru saja datang dari pura di Balai Banjar  di depan rumah. Saat itu saya baru selesai “mebanten”, dan baru saja masuk ke halaman rumah ketika terdengar ada suara derung mobil yang tidak biasa. Rupanya  sebuah mobil pick-up yang sarat muatan.  Jalan di depan rumah saya ini memang agak menanjak dan tampaknya mobil itu tidak kuat melintasi jalan menanjak itu. Entah karena muatannya yang terlalu berat atau kesalahan si pengemudi .  Tepat di pertengahan jalan menanjak tersebut, mesin mobilnya mati. Dapat dibayangkan, si pengemudi agak panik dan berusaha menstater kembali. Gagal. Pada saat yang bersamaan, datang sebuah mobil sedan di belakangnya, dan setengah mati berusaha menghindari mobil pick-up yang mati di tengah jalan menanjak itu.

Di belakang mobil sedan itu, ada sepeda motor yang dikemudikan oleh bapak dan membonceng seorang perempuan (tampaknya itu adalah istrinya). Saya menyaksikan sendiri, mobil sedan itu setelah berhasil melewati pick-up langsung menepi di jalan yang lebih datar. Begitu juga sepeda motor tersebut. Sang pengemudi sedan segera keluar dan mendekati mobil pick-up yang sopirnya masih berusaha menstater mesin mobilnya.  Begitu juga si pengemudi sepeda motor,  setelah menurunkan istrinya segera mendekati mobil pick-up itu. Mereka berdua berusaha membantu si pengemudi pick-up. Tanpa risih dan tanpa ragu-ragu, si pengemudi sedan mendorong pick-up tersebut. Bapak itu yang mengenakan pakaian resmi lengkap dengan jasnya, sama sekali tidak keberatan mendorong mobil.

Akhirnya, mobil pick-up itu berhasil juga melaju kembali berkat bantuan dua orang bapak yang baik hati itu.  Saya mengenal si pengemudi sedan, salah satu tetangga saya yang dosen Ekonomi di Unud dan baru saja menyelesaikan pendidikan doktornya.

Jadi, percayalah, di zaman edan ini, masih banyak ada orang baik yang bersedia membantu orang yang sedang dalam kesusahan tanpa pamrih.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s