Kecoa Pinter

Pagi itu anak saya baru selesai sarapan, seperti biasa setiap habis makan dia langsung cuci piring sendiri. Kebiasaan itu sudah dilakukannya sejak kelas IV SD sampai sekarang. Saat dia sedang mencuci piringnya, saya masih di dapur mempersiapkan bahan masakan, sambil menunggu dia selesai bersiap-siap, sebelum saya antar dia ke kampusnya.
Sambil cuci piring itulah, dia curhat tentang kegiatan kampusnya. Waktu itu tugas kuliahnya sedang numpuk-numpuknya dan dan dia nyaris kekurangan waktu. Mungkin juga dia belum sepenuhnya bisa menyesuaikan diri dengan sistem perkuliahannya.

“Lama-lama bisa gila nih Ajung, Bu.”
“Kenapa, emang?” tanya saya.
“Tiap malam Ajung hanya mimpi buat tugas terus.”
“Ah, orang kuliah emang gitu kok.” jawab saya tenang.
“Nggaaa, tuh… temen-temennya Ajung yang kuliah di tempat lain, ngga ada tuh kaya’ Ajung. Mereka cukup santai, setidaknya mereka punya waktu istirahat.”
“Iyah, kan jurusannya beda. Sitem kuliahnya juga beda. Emang teman-teman sekelas gimana? Hampir gila juga?” Tanya saya sambil senyum-senyum.
“Wah, kalau Ibu melihat mereka, Ibu pasti bengong, sudah seperti orang gila semuanya.”
“Yah, setidaknya… ada banyak teman yang diajak gila,” kata saya masih tenang.
“Ihh, apa sih Ibu!” Dia mulai kesal. Saya tertawa.
Saya tahu persis, setiap mau tidur dia mau nangis karena teringat tugasnya yang belum selesai. Tiap bangun tidur, juga mau nangis karena merasa bangun kesiangan sehingga tidak sempat mengerjakan tugasnya yang belum selesai.

“Sudah, jalani semuanya dengan tenang, suatu saat nanti Ajung akan merindukan saat-saat ini. Jadi, sekarang dinikmati aja dulu. Jangan dibawa mengeluh” Saya berusaha menghiburnya. Saya tahu persis anak ini bukan tipe pengeluh. Tapi kali ini bebannya memang agak berat, mukanya sering tertekuk, dan bawaannya mau nangis aja.
“Buu, kalau Ajung tidak mengeluh atau tidak nangis, Ajung bisa gila beneran!”
“Ya, udah, kalau gitu nangis aja,” jawab saya tetap tenang.
“Huh!’
Matanya sudah mulai berair, suaranya mulai parau, alamat sudah mau nangis lagi, hehe. Tapi tangannya tetap sibuk mencuci piring.

Tiba-tiba ada kecoa yang terbang ke arah saya, entah dari mana datangnya. Refleks saya menepisnya dengan gerakan tangan yang bergerak kesana-sini. Rupanya gerakan saya begitu lucunya, sehingga anak saya tertawa ngakak, lupa dengan air matanya yang hampir jatuh. 😀
“Hahaha… Ibu lucuuuu, tangannya kaya’ mau ngapain aja,” katanya sambil tertawa. Sang kecoa sudah terlempar ke luar dapur, ke halaman dan saya tidak berusaha mengejarnya.
Baru saja saya bergerak sedikit, kecoa itu tiba-tiba meluncur lagi ke arah saya. Hah, nekad amat nih kecoa! Ngga mau dikasih hidup. Saya menepisnya lagi dan jatuh di dekat kaki saya. Kalau saja dia lari menjauh, saya tidak akan mengejarnya. Eh, ini malah mendekat mencari kaki saya. Ya, sudah, tanpa ampun saya menginjaknya dengan keras, berharap langsung mati dalam sekali injak. Dalam hati mengucap: “Maaf, aku harus membunuhmu karena kamu memang ingin mati.”

Tiba-tiba anak saya ketawa ngakak. Keras sekali. Terpingkal-pingkal sampai terbungkuk-bungkuk memegang perutnya.
“Kenapa?” Saya bertanya heran, melihat ketawanya yang super heboh begitu.
Dia tidak bisa menjawab, tidak bisa bicara karena ketawanya tak bisa dihentikannya. Saya memandangnya dengan heran, bertanya-tanya, apa kira-kira yang membuatnya tertawa sampai segitunya.
“Kenapaaa??” Saya penasaran sekali.
Akhirnya dengan terbata-bata, di antara derai tawanya dia berusaha menjawab.
“Kecoanya pinter!”
“Pinter?” Masih tidak mengerti.
“Iya, kecoa itu tahu sorga ada di bawah telapak kaki Ibu, makanya dia ingin mati di bawah telapak kaki Ibu!”
Ketawanya masih belum berhenti.
Mendengarnya jawabannya, giliran saya yang ngakak tak tertahan. Kreatif juga anak ini. LOL!
Jadilah kami berdua balapan ngakak di dapur.
Setidaknya, kejadian itu mampu mengalihkan perhatiannya sejenak sehingga tidak jadi nangis, malah ngakak. 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s