Masa sih selucu itu? :D

Sore itu terdengar suara motor Vario berhenti di depan rumah. Oh, itu pasti anak saya yang pulang kuliah bareng temennya, yang kebetulan rumahnya searah. Biasanya, begitu menurunkan anak saya, si temen langsung pulang. Tapi kali ini mesin motornya malah dimatikan, berarti si temen akan mampir, pikir saya. Setelah sekian lama, tidak ada tanda-tanda anak saya muncul di ambang pintu. Yang ada malah terdengar suara cekikikan, awalnya pelan… kemudian makin keras menjadi suara tawa terpingkal-pingkal. Cukup lama. Saya penasaran dan keluar untuk menemui mereka, sekalian mau kasih tahu supaya masuk aja dulu. Ngga enak ketawa di pinggir jalan.

“Eh, ada apa? Tampaknya ada yang lucu sekali. Yuk, masuk dulu.”

Si temen, yang insialnya R, saya lihat sedang terpingkal-pingkal sambil memegang perutnya. Wah, pasti ada peristiwa yang sangat lucu. Begitu melihat saya, dia buru-buru menjawab dan berusaha keras menahan tawanya.

“Makasih, tante, saya langsung pulang aja.”
“Lho, ngga masuk dulu?”
“Kapan-kapan aja, tante, saya buru-buru.”

Kentara sekali, R, gadis manis yang bertubuh jangkung dan berkulit putih bersih dengan rambutnya yang hitam panjang sampai ke pinggul, berusaha keras mengendalikan tawanya.

“Pamit, tante. Daag Gayatri….”

Setelah gadis itu hilang dari pandangan, saya dan anak masuk ke halaman rumah. Sambil merangkul bahunya, saya bertanya.
“Emang apa sih yang diketawain tadi? Heboh banget. Sampai kaget Ibu tadi.”
Anak saya cengar-cengir dan menjawab, “Gara-gara Ibu lho.”
“Gara-gara Ibu? Emang apa yang Ibu lakukan?” Saya heran.
“R itu ketawa karena tadi di kampus dia abis baca status-statusnya Ibu di FB dan postingan-postingan Ibu di blog.”
“Ealah, emang apa lucunya sampai ketawa kaya’ gitu?”
“Katanya sih banyak, Ajung sendiri ngga sempat baca semua. Tapi dia udah baca semua tulisan Ibu. Makanya dia ngakak hebat, setiap ingat dengan apa yang dibacanya.”
“Wah, masa sih?” Masih tetap heran.
“Iya, kata R, dia sering kepo’in Ibu. Kalau dia lagi stress membuat tugas-tugas kuliah, dan butuh refreshing, dia pasti buka akunnya Ibu dan blognya Ibu. Abis itu dia pasti deh ngakak.”

Saya masih terheran-heran.

“Tapi dia tak pernah komen atau nge-like status-statusnya Ibu lho.”
“Ya… iyalah, namanya juga kepo, tentu saja tidak akan meninggalkan jejak. Tapi hampir tiap hari Ajung ditanya, eh… ibumu ada buat status baru, ngga? Yah, Ajung bilang ngga tahu, Ajung kan ngga selalu buka profilnya Ibu.”
“Wah, segitunya ya? Perasaan Ibu sih ngga ada yg lucu-lucu banget, kok.”
“Iya, itu kan menurut Ibu, tapi menurut R katanya lucu. Bahkan dia punya pengikut satu lagi, yang juga sering kepo-kepo Ibu.”

Walahhh….

Saya jadi cengar-cengir sendiri. Berarti saya berjasa dong menghilangkan stress-nya? 😀

Ayo, R, sekali-sekali komen dong, jangan cuma kepo-kepo ajah. 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s