Tirta Yatra Dalam Rangkaian Upacara Rsi Ghana (2)

15092013(002)Perjalanan hari ini merupakan kelanjutan dari perjalanan pertama dan tujuan kami adalah Pura Luhur Uluwatu dan Pura Dalem Segara. Pura Uluwatu dipercaya oleh umat Hindu sebagai penyangga salah satu mata angin dan terletak di ujung barat daya Pulau Bali.  Pura ini tampak begitu spektakuler karena berdiri di atas sebuah tebing setinggi kurang lebih 97 meter di atas permukaan laut. Di bawahnya terhampar Pantai Pecatu yang terkenal sebagai tempat berselancar.

Saat terakhir ‘tangkil’ ke pura ini, saya agak was-was karena ada banyak kera yang nakal, yang suka mengambil barang apa saja yang kita bawa yang bisa diraihnya. Waktu itu saya melihat seorang ibu yang ditarik sanggulnya, kemudian ada juga orang lain yang dijambret kaca matanya. Karena pengalaman itu, saat saya ke sana lagi saya begitu ekstra hati-hati. Dengan membawa Banten Pejati, saya berjalan dengan kewaspadaan tinggi. Mata saya awas ke segala arah mengantisipasi pergerakan kera, jangan sampai mendekati saya.  Ada banyak wisatawan yang berkunjung saat itu, tentu sampai areal yang diperbolehkan untuk itu. Tidak sampai masuk ke tempat persembahyangan.

Ternyata hari itu semua kera tampak tenang, tidak ada yang berulah. Mereka hanya duduk di pinggir jalan, tidak ada yang berusaha untuk menganggu pengunjung. Ada yang sedang makan, ada yang hanya duduk manis.

Sampai di dalam pura, kami disambut oleh Pemangku yang sangat ramah. Beliau mempersilakan kami memgambil tempat. Saya pun mulai menata Pejati yang kemudian dihaturkan oleh Pemangku. Permohonan kami tetap sama yaitu mohon keselamatan dan matur uning  serta nunas tirtha untuk keperluan upacara Rsi Ghana. Setelah selesai, kami langsung pamit. Saya sangat terkesan dengan keramahan Pemangku di sana dan sikapnya yang melayani pemedek.

Selesai di Pura Uluwatu, kami langsung meluncur ke Sanur, menuju Pura Dalem Segara Pengembak yang terletak di pinggir pantai. Di sini kami tidak menemui Pemangku. Seorang pemedek mengatakan Pemangku baru saja pulang karena agak tidak enak badan. Karena tidak ada Pemangku kami melakukan ritual sendiri, dengan permohonan yang sama yaitu mohon keselamatan lahir-batin dan dimudahkan segala jalan kami. Setelah selesai, kami langsung pulang mempersiapkan segala sesuatunya untuk perjalanan esok harinya.

Pukul setengah empat sore kami sampai di rumah. Besok, astungkara, kami akan menuju Pura Pucaksari dan Pura Luhur Batukaru yang terletak di Kabupaten Tabanan.

(Bersambung)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s