Sebuah episode kehidupan

Hari itu saya kedatangan seorang gadis belia yang manis, namanya Vivi. Kulitnya putih bersih, perawakannya mungil, tidak terlalu tinggi. Usianya setahun di atas usia anak saya.

Dia datang ke rumah saya disuruh oleh kakeknya untuk membawa file yang harus saya edit. Perkenalan saya dengan gadis ini berawal dari kakeknya (saya sebut saja namanya SA) yang mantan Ketua Pengadilan Tinggi di beberapa daerah. Setelah pensiun dia membuka biro konsultan hukum bersama anak perempuannya, sebut saja namanya AF (ibu dari si Vivi). Saya dengan AF juga dikenalkan oleh Pak SA. Saat itu Pak SA sedang menangani beberapa kasus. Sebagai pembela untuk beberapa kasus, dia harus membuat beberapa pledoi. Anak buahnya sudah mengetik draft pledoi tersebut tapi ternyata banyak salah tik. Entah siapa yang memberi tahu yang jelas Pak SA sampai di rumah saya dan minta tolong untuk mengedit dan merapikan naskah tersebut. Sejak itu dia sering berhubungan dengan saya, kemudian saya dikenalkan dengan putrinya, AF ini.

Singkat cerita, karena sering kontak dan ketemu, saya pun jadi cukup akrab dengan Bu AF. Orangnya ramah dan ceria, banyak tertawa. Dari Bu AF inilah saya jadi tahu banyak tentang situasi di pengadilan dan proses peradilan. Wawasan saya tentang dunia hukum makin bertambah karena dia juga sering mengajak saya ngobrol-ngobrol tentang materi kuliahnya ketika dia masih kuliah mengambil Master Hukum di Unud. Dari pengamatan saya, kasus terbanyak yang ditangani oleh Bu AF adalah kasus perceraian. Beda dengan bapaknya yang lebih banyak menangani kasus sengketa tanah dan politik.

Walaupun saya cukup akrab dengan Bu AF, tapi keakraban kami tidak sampai membicarakan hal-hal yang amat pribadi seperti masalah dalam pernikahan, misalnya. Begitu juga saya yang tak pernah bercerita masalah pribadi. Selalu ada banyak hal yang bisa kami jadikan topik pembicaraan setiap kami ketemu dan selalu ada bahan yang membuat kami tertawa. Semuanya di luar masalah pribadi.

Setelah gadis itu menyerahkan file dan menyampaikan pesan kakeknya, saya berbasa-basi sejenak,  menanyakan kabar mamanya.

“Mama apa kabar, Vi? Lama Mama ngga mampir ke sini, titip salam ya. Kangen lama ngga ngobrol.”

“Mama sekarang tinggal di rumah suami barunya, tante. Ngga sama Vivi lagi. Vivi masih tinggal di rumah kakek.”

“Oh!”

Mendengar  jawaban Vivi seperti itu saya agak kaget dan tidak tahu mesti berkata apa.  Vivi masih berdiri di depan saya. Wajahnya setengah menunduk mempermainkan HP. Raut wajahnya kelihatan datar, hampir tanpa ekspresi bahkan terkesan dingin dan cuek. Sebagai seorang ibu saya bisa melihat ada ekspresi terluka di wajahnya yang berusaha ditutupi dengan sikap cuek. Entah kenapa, saya tiba-tiba merasa sangat sedih melihat gadis ini.

Setelah berhasil menguasai diri saya segera mengalihkan pembicaraan.

“Vivi kuliah di mana? Kaya’nya lama deh tante ngga lihat Vivi. Terakhir ketemu waktu Vivi baru selesai UAN.”

“Vivi kuliah di Fak. Hukum, tante.”

“Wah, sama dong dengan Mama. Mau mengikuti jejak Mama yaa?” balas saya sambil tersenyum.

Sebelum sempat menjawab pertanyaan saya, HP-nya berdering. Dia langsung menjawab panggilan telpon itu.

Haloo… iya, Oom. Iya iya. Iyaaa.  Ini masih di temennya Mama, Oom. Iyaaa.

“Dari suaminya Mama,” katanya tanpa saya bertanya. Wajahnya tetap datar tanpa ekspresi. Walau demikian dia berusaha ramah dengan saya.

Oh. Oom? Dia memanggil papa barunya dengan sebutan ‘Oom’, bukannya papa?

Saya menarik napas panjang menahan rasa perih membayangkan perasaan anak ini. Atau, saya yang lebay?

Setelah urusannya selesai dengan saya, dia langsung pamit.

“Salam untuk adik ya, tante,” dia berusaha tersenyum sebelum pergi meninggalkan saya.

Adik yang dia maksud adalah anak saya. Sebelum ini mereka memang sempat bertemu dan beberapa kali ngobrol.

“Makasih, Vivi,” saya mengantarnya sampai ke pintu depan.

*Inilah hidup*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s