Lucid Dream

Lucid DreamKemarin saya membaca sinopsis sebuah buku yang muncul di Beranda FB saya, yang dijual secara online. Judulnya “Lucid Dream.” Kebiasaan saya adalah membaca semua sinopsis buku yang muncul di Beranda, begitu juga buku ini. Nah, setelah membaca semuanya, saya terkaget-kaget karena saya sering mengalami apa yang diuraikan di sana. Karena tertarik dan penasaran, saya langsung googling dan mencari penjelasan yang lebih mendetail.
Dari hasil googling sana-sini, saya mendapatkan beberapa fakta tentang Lucid Dream yaitu:

1. Lucid Dream adalah suatu kondisi saat kita bermimpi dan sadar sepenuhnya bahwa kita sedang bermimpi.
2. Mimpi yang kita alami terasa begitu nyata dan jelas.
3. Kita bisa mengontrol jalannya mimpi dan mengarahkan ending-nya.
4. Semua indria aktif.

Lalu apa perbedaan Lucid Dream (LD) dengan mimpi biasa? Kata kuncinya adalah: kesadaran. Dalam LD kita mengalami segala sesuatu yang terjadi dalam mimpi dengan sadar, dan saat terbangun kita mengingat semuanya dengan amat jelas. Sedangkan mimpi biasa, kita seolah-olah hanya melihat atau menyaksikan suatu kejadian dan saat terbangun kita tidak mengingat semua kejadian dalam mimpi itu, alias ada sebagian ingatan yang hilang.

Saya beberapa kali bahkan bisa dikatakan sering mengalami mimpi seperti itu. Hanya saja, saya tidak tahu bahwa itu yang namanya Lucid Dream. Terkadang saat terbangun saya bertanya-tanya, apakah yang saya alami tadi sebuah mimpi atau sebuah realitas. Begitu nyatanya sampai saya ragu-ragu sendiri. Saya sering berpikir dan merasa heran, kok mimpi saya aneh, sih. Sekarang, apa yang sebelumnya saya anggap aneh ternyata ada jawabannya, ternyata memang ada fenomena demikian.

Sering kali ketika sedang mimpi, saya berkata sendiri, “oh, saya ini sedang bermimpi.”

Salah satu mimpi saya yang terasa begitu nyata adalah ketika saya mimpi didatangi seseorang, bersalaman dan berkomunikasi dengan intens. Sangat jelas, saya benar-benar bisa merasakan sentuhannya ketika berjabat tangan. Tapi sekaligus juga saya tahu bahwa saya ada di alam mimpi. Saya bahkan sempat membuka mata sedikit dan melihat dengan jelas benda-benda di sekitar saya (lemari, meja, kursi, dsb.) Ibaratnya, kalau dalam LD kita makan makanan yang pedas, misalnya, kita benar-benar merasa kepedasan bahkan rasa pedas itu seolah-olah masih terasa di lidah ketika kita terbangun. Ini untuk menggambarkan betapa nyatanya terasa sebuah LD.

Di waktu yang lain, saya bermimpi dikejar seseorang (saya sebut saja penjahat). Saya berlari kesana-kemari dan ketika si penjahat sudah sedemikian dekatnya, saya “mengatur” diri supaya bisa terbang. Dan memang, seketika saya bisa terbang dengan mengepakkan kedua lengan (berfungsi sebagai sayap), maka selamatlah saya dari si penjahat. Mimpi seram seperti ini beberapa kali saya alami, dan tepat pada waktunya tiba-tiba saja saya bisa melakukan sesuatu untuk menyelamatkan diri, yang di dunia realitas tidak mungkin bisa saya lakukan.

Lucid Dream bisa dilatih

Satu fakta lagi yang tak pernah terbayangkan oleh saya adalah, ternyata kita bisa melatih diri agar bisa mengalami LD. Ini juga membuat saya takjub, karena kita bisa merencanakan sebuah mimpi. Merencanakan? Sedangkan selama ini saya sering mengalami LD tanpa pernah memikirkannya sebelumnya, apalagi merencanakannya. Bahkan istilah LD baru saya kenal. Lalu apa manfaat LD sehingga ada orang yang mau bersusah-susah melakukan latihan tertentu untuk bisa mengalami LD?

Beberapa manfaat LD yang saya dapatkan dari hasil googling sana-sini adalah:
1. Meningkatkan kemampuan dalam memecahkan masalah
2. Mengatasi fobia dan trauma
3. Meningkatkan kreativitas
4. Menambah rasa percaya diri
5. Tanya jawab dengan alam bawah sadar kita
6. Sebagai sumber inspirasi (percayakah kita bahwa film “Avatar” yang menghebohkan itu berawal dari sebuah Lucid Dream?)
7. Melatih sesuatu yang di dunia realitas belum bisa dilakukan
8. Mampu menghentikan mimpi yang menyeramkan (mungkin semacam mimpi saya di atas, yang bisa menghindar dari penjahat).

Nah, tampaknya saya harus membaca bukunya selengkapnya agar bisa memahami kenapa dikatakan LD mempunyai manfaat seperti di atas.
Memang keberadaan LD sudah diakui keberadaannya oleh para ahli dan sudah dilakukan penelitian ilmiah tentang hal itu.

Mimpi nyata vs mimpi yang jadi kenyataan

Lucid Dream mungkin bisa juga dikatakan sebagai “mimpi yang begitu nyata” tapi tentu berbeda dengan “mimpi yang jadi kenyataan.”
Perlu diingat bahwa LD tetaplah sebuah mimpi dan apa yang terjadi di sana dan apa yang betul-betul kita rasakan di sana, tetap bukanlah sebuah realitas. Sehingga disarankan, untuk yang sudah benar-benar mahir melakukan LD jangan sampai ketagihan (ternyata ada yang ketagihan, lho). 😀

Mimpi yang jadi kenyataan adalah semacam firasat atau isyarat atau peringatan yang diberikan lewat mimpi, bahwa akan terjadi sesuatu di dunia nyata kita. Isyarat tersebut bisa membuat kita untuk lebih berhati-hati dan waspada.

Ibu saya termasuk orang yang paling sering mengalami mimpi seperti itu. Saya ingat, dulu waktu masih kuliah, pernah suatu pagi Ibu berpesan: “Nanti hati-hati di jalan ya, kemarin malam Ibu mimpi kamu jatuh saat naik motor.”
Dan benar, sore itu saya jatuh di depan kampus. Tapi karena selalu teringat dengan pesan Ibu, saya memang ekstra hati-hati. Sehingga detik-detik saya akan jatuh, saya sangat sadar dan masih bisa mengontrol diri sehingga kondisi jatuh saya tidak parah.

Contoh lain, dulu Bapak saya bekerja di bidang pariwisata. Sebelum mendapat “rezeki nomplok”, Ibu selalu tahu lebih awal. Pagi-pagi, sebelum Bapak berangkat kerja, Ibu akan berkata: “Nanti akan dapat komisi banyak dari seorang tamu yang belanja banyak di sebuah Art Shop.” Bapak yang merasa tidak punya tamu seperti itu akan menjawab: “Ngga mungkinlah, saya ngga punya tamu hari ini.”
Apa yang terjadi? Apa yang dikatakan Ibu memang menjadi kenyataan. Itu terjadi berulang-ulang. Dalam banyak hal, Ibu selalu tahu lebih awal kalau akan terjadi sesuatu. Rupanya pesan-pesan tersebut didapatnya lewat mimpi.

Saya pernah mengalami hal serupa. Dalam mimpi saya didatangi oleh seseorang yang kemudian menyerahkan sebuah benda kepada saya. Benda itu diletakkan begitu saja di atas telapak tangan. Mimpi yang persis sama terulang dua kali dalam minggu itu. Dan? Beberapa hari kemudian ada seseorang yang tak saya kenal datang membawa benda yang persis sama dengan benda yang saya terima dalam mimpi. Tak beda sedikit pun. Benda itu masih saya simpan sampai sekarang.

Beberapa kali saya mengalami mimpi yang sejenis.
Kenapa bisa demikian? Saya pernah membaca di sebuah forum diskusi, bahwa mimpi yang saya alami itu adalah semacam “bocoran informasi” dari alam. Alam sepertinya memberi info bahwa saya akan mengalami hal itu dan bawah sadar saya “menangkap” gelombang bocoran tersebut, menyimpannya, kemudian menyampaikannya lewat mimpi. Kira-kira demikian. Begitu juga yang dialami oleh ibu saya.

Contoh-contoh yang terakhir itu jelas bukan Lucid Dream tapi mimpi yang jadi kenyataan. 😀

Wah, ternyata dunia mimpi itu memang penuh misteri. Atau, otak manusiakah yang penuh misteri?

 

Sumber gambar: https://www.google.co.id/search?q=Lucid+Dream&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ei=7QAUU4_nOobGrAfXmIG4Aw&ved=0CAcQ_AUoAQ&biw=1252&bih=609#facrc=_&imgdii=_&imgrc=khp1bjzYleRPSM%253A%3BfEWIjsXI_mLOYM%3Bhttp%253A%252F%252Fwww.lucid-mind-center.com%252Fimages%252Fgirl-flying-lucid650.jpg%3Bhttp%253A%252F%252Fwww.lucid-mind-center.com%252Fwhat-is-lucid-dreaming.html%3B650%3B650

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s