Dipaksa anak menghapus status di FB

Harus diakui sebagian besar tulisan saya (baik yang berupa status di FB ataupun tulisan di blog) banyak terinspirasi oleh anak. Maksudnya, seringkali dia sebagai objek (bukan penderita) di tulisan tersebut.

Suatu hari dia berkata:
“Awas aja Ibu nulis yang ngga-ngga tentang Ajung, yaa. Jangan sampai Ajung bernasib seperti adiknya Raditya Dika yang sering dijadikan “korban” di tulisan-tulisan kakaknya.” Dia memang suka dengan tulisan-tulisan Raditya Dika.

Saya jawab:
“Tenang aja, Ibu akan nulis yang ‘iya-iya’ aja, kok. Bukan yang ‘ngga-ngga.’” 😀

Pernah suatu kali dia kurang berkenan dengan tulisan saya di sebuah status FB. Dia protes dan memaksa saya agar menghapus status tersebut. Saya jawab, “Iya iya, nanti Ibu hapus deh.” Tapi apa yang saya lakukan? Saya hanya ngeblok dia supaya tidak bisa membaca status tersebut sehingga dia berpikir bahwa status itu sudah saya hapus. Pinter kan emaknya? *Ibu kok dilawan* 😀

NB. Tulisan ini sudah pernah dijadikan status di FB pada tanggal 19 Maret 2014.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s