Memilih Sudut Pandang (PoV) dalam Novel

Ketika menulis fiksi, baik itu cerpen atau novel, kita harus pintar-pintar memilih PoV/Point of View/ Sudut Pandang. Dari sudut pandang siapa cerita itu dituturkan? Ketika kita memilih sudut pandang orang pertama misalnya, ada hal-hal yang tidak seharusnya dia ketahui.

Di tahun pertama saya menjadi editor, saya pernah melakukan hal yang fatal dengan meloloskan “bocor”-nya PoV. Naskah ini ditulis dengan sudut pandang orang pertama. Dan ini berarti, hal-hal lain yang tidak dia alami, tidak dia saksikan, tidak dia dengar, seharusnya tidak masuk ke dalam cerita. Fiksi, sefiktif apa pun, haruslah masuk akal. Bagaimana bisa seseorang yang tidak berada di lokasi kejadian, bisa menceritakan sesuatu yang tidak diketahuinya? Apakah dia cenayang?

Nah, saya belajar dari kesalahan dan semoga tidak akan pernah mengulangi kesalahan yang sama. Semoga teman-teman pun, membaca ini, tidak akan melakukan kesalahan serupa.

Paling tidak, ada tiga jenis PoV yang digunakan dalam menulis fiksi, yaitu PoV orang pertama (penutur: aku…

View original post 781 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s