Megedong-gedongan

Kemarin, Minggu, tanggal 10 Agustus, saya menghadiri upacara adat “Megedong-gedongan” untuk yang ke sekian kalinya. Sang calon ibu adalah mantu-ponakan (istri dari keponakan saya). Ini adalah kehamilan pertamanya yang ditunggu-tunggunya cukup lama.

Megedong-gedongan adalah suatu ritual untuk ibu hamil, pada saat  kehamilan sudah memasuki usia kurang lebih tujuh bulan. Ritual ini dilakukan di halaman Merajan (di ajeng Betara-Betari/ Leluhur) dengan permohonan khusus agar proses kelahiran nanti berlangsung lancar tanpa hambatan dan sang ibu serta bayinya berada dalam keadaan sehat, selamat tak kurang suatu apa pun.

Salah satu sesi yang paling menarik dalam acara ini adalah ketika sang calon ayah menusuk sebuah bungkusan cukup besar dengan bambu runcing. Bungkusan itu terbuat dari daun talas dan di dalamnya berisi air plus beberapa ekor ikan dan belut. Setelah ditusuk, bila yang keluar/jatuh pertama kali adalah ikan, maka diyakini sang bayi yang terlahir nanti adalah perempuan. Bila yang keluar adalah belut, maka dipercaya jenis kelamin sang bayi  yang terlahir adalah laki-laki.

Dan, saat itu ketika sang calon ayah menusuk bungkusan itu, yang keluar pertama adalah belut. Maka, menurut kepercayaan, mestinya sang bayi yang terlahir nanti berjenis kelamin laki-laki

Oh, ya, upacara ini agak terlambat dilaksanakan (usia kehamilan sudah lebih dari tujuh bulan), sebab kami harus menunggu selesainya masa  “cuntaka”  karena kami baru selesai melaksanakan upacara pelebon/ngaben ibu mertua saya. Dua belas hari setelah upacara ngaben, barulah “cuntaka” berakhir dan upacara ini baru bisa digelar.

Dan, saat itu ketika sang calon ayah menusuk bungkusan tersebut, yang keluar pertama adalah belut. Maka, menurut kepercayaan, mestinya sang bayi yang terlahir nanti berjenis kelamin laki-laki. Selama ini dari sekian kali saya menyaksikan upacara Megedong-gedongan, jenis kelamin bayi yang terlahir selalu sesuai dengan “ramalan” saat pelaksanaan Megedong-gedongan. Apakah kali ini akan sesuai juga? Mari kita tunggu hasilnya.

Tapi di atas segala-galanya, yang kami mohonkan adalah keselamatan sang ibu dan bayinya. Apa pun jenis kelaminnya, yang penting mereka selamat dan sehat lahir-batin. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s