Tag Archive | Pendidikan

Mengajar guru-guru yang tidak muda lagi

Beberapa hari terakhir ini saya kebanjiran murid privat guru-guru SD yang hendak kursus komputer. Ternyata pemicunya adalah mereka akan  mengikuti Ujian Kompetensi Guru (UKG) Online. Sebagian besar diantara mereka adalah guru-guru senior yang bahkan sudah mendekati usia pensiun (rata-rata 4-5 tahun lagi akan pensiun). Bisa dibayangkan, mereka yang rata-rata tidak familiar dengan komputer tiba-tiba harus mengikuti ujian online (walaupun sebenarnya saat ujian nanti mereka kebanyakan main klik saja). Tapi, sekalipun hanya ngeklik, kalau mereka sama sekali tidak pernah pegang mouse atau keyboard, bisa dimaklumi kalau mereka cukup panik. Untuk itu saya harus mengerahkan seluruh kesabaran saya 😀

Seperti biasa, sebelum memulai selalu ada sesi bincang-bincang dulu, saya mengorek apa yang diinginkan mereka, dan apa kendalanya, dan apa yang membuat mereka paling panik. Setelah selesai, akhirnya saya bisa menyimpulkan apa yang dikehendaki mereka. Pertama, yang saya lakukan adalah menenangkan mereka dan mengatakan tidak usah panik. UKG online pasti bisa mereka lewati.  Tahap pelajaran pertama adalah pengenalan hardware, bagaimana cara memegang mouse, bagaimana cara menggunakan keyboard. Setelah penguasaan alat cukup memadai, saya memberi beberapa latihan soal online dan cara-cara menjawabnya.

Untuk keperluan ini, saya harus browsing mencari panduan pelaksanaan UKG Online sekaligus mencari materi untuk simulasinya. Setelah browsing sana-sini, akhirnya saya menemukan simulasinya. Saya cocokkan dengan panduan UKG Online yang sebelumnya sudah saya dapatkan. Syukurlah, saya menemukan file simulasinya. Hal ini membuat murid-murid saya yang tidak muda lagi begitu sumringah. Setidaknya, mereka sudah ada bayangan kira-kira apa yang akan dihadapi nantinya pada saat hari H.

Advertisements

Antara dua pilihan

Tanggal 6 Juli 2012, pengumuman ujian tulis SNMPTN, hari yang ditunggu-tunggu oleh ratusan ribu calon mahasiswa, hari yang akan menentukan masa depan mereka. Pengumuman ini yang rencananya diumumkan tanggal 7 Juli, diajukan sehari karena semuanya sudah siap, sehingga pihak berwenang merasa tidak perlu lagi menunda-nunda pengumuman.

Anak saya sebagai salah satu peserta ujian tulis SNMPTN termasuk salah satu yang lulus dan diterima di Fak. Psikologi Udayana. Pengumuman kelulusannya malah membuat anak saya galau. Penyebabnya karena sebelumnya, dia sudah lulus juga di Poltekkes Negeri di jurusan Analis Kesehatan.  Psikologi dan Analis Kesehatan adalah dua jurusan yang amat diinginkannya. Tadinya dia berharap lulus di salah satu saja. Poltekkes mengeluarkan pengumuman terlebih dahulu, tentu dia amat gembira atas kelulusannya dan segera mengikuti tahap tes berikutnya  yaitu tes kesehatan dan tes bebas narkoba.  Tanggal 5 Juli pengumuman tes kesehatan di Poltekkes diumumkan, dan dia dinyatakan lulus.

Esoknya, tanggal 6 Juli, keluar pengumuman SNMPTN, dan dia dinyatakan lulus di Fak. Psikologi. Nah, dia sempat galau mau pilih yang mana. Dengan berbagai pertimbangan, dia tetap memilih Analis Kesehatan dengan harapan, suatu saat nanti bisa kuliah juga di Fak. Psikologi. Dia mencintai dunia psikologi dan bahkan sudah sering “praktek psikolog”, dan “pasien-pasiennya” adalah teman-temannya yang sedang galau :-). Lucunya, para “pasien” itu sering kali menemukan jalan keluar dari kegalauannya, setelah konsultasi dengan “sang psikolog” 😀

Selamat ya, Nak. Ibu sungguh bangga padamu. Semoga perjalananmu ke depan semakin diberi kemudahan oleh Tuhan. Amin.

Syukur dan Terima Kasih

Pengumuman hasil UAS periode 2010.2 yang saya tunggu-tunggu akhirnya keluar juga. Yang membuat saya was-was adalah mata kuliah Instroduction to Linguistic dan Semantic, yang saya tunda-tunda terus pengambilannya. Seharusnya mata kuliah ini diambil di semester-semester sebelumnya, tetapi berhubung saya agak kurang menyukainya a.k.a males mempelajarinya, maka akhirnya selalu ditunda. Saya malah menghabiskan mata kuliah Translation yang jumlahnya sepuluh yaitu dari Translation I sampai dengan Translation X, yang seharusnya diambil belakangan.

Tetapi, akhirnya mau tidak mau, suka tidak suka saya harus mengambil mata kuliah tersebut, karena mata kuliah yang lain belum ditawarkan di semester itu. Yang jadi masalah kemudian adalah, pada saat yang bersamaan saya menerima terjemahan dan tenggat waktunya sudah mepet sekali. Saya mulai bingung membagi waktu antara mempelajari materi Introduction to Linguistic dan Semantic tersebut dengan mengerjakan terjemahan yang sudah saya janjikan. Sebagai orang yang baru mulai memasuki dunia penerjemahan, saya tidak ingin klien kehilangan kepercayaan kepada saya bila saya telat mengirimkan hasil terjemahannya.

Semua modul kuliah yang saya punya berupa e-book, dan….ternyata, modul untuk kedua mata kuliah tersebut tidak ada, alias saya tidak mempunyainya. Tambah panik, karena ujiannya dua hari lagi. Saya tahu di internet pasti banyak ada materi tentang itu, hanya saja kembali ke masalah waktu untuk mengubek-ubek di google. Saya menyesali diri yang kurang pandai dalam membagi waktu kemarin-kemarinnya, dasarnya sih…karena emang kurang interes dengan mata kuliah tersebut.
Dalam kebingungan saya ingat dengan seorang teman Bahterawan, seorang pencinta bahasa, yang baik hati dan tidak sombong :-), yang saya yakin pasti bisa memberikan tautan di internet untuk materi tersebut. Sehingga, saya ngga usah berlama-lama mencarinya. Sehari sebelum hari ujian, saya kirim email dan minta bantuannya. Bener saja, beliau langsung memberikan sebuah tautan, dan……..ternyata artikel itu super lengkap membahas materi yang saya butuhkan. Saya membacanya dengan cepat dan mencatat  poin-poinnya, maka jadilah saya belajar dengan sistem SKS alias Sistem Kebut Semalam 🙂

Esoknya, saya berangkat ujian dengan cukup lega, karena setidaknya ada “sedikit bekal” yang saya bawa. Dan, saya merasa Tuhan begitu baik, karena soal-soal yang keluar hampir semuanya ada di materi yang saya pelajari malam sebelumnya. Wah, bisa dibayangkan, kalau saja saya tidak dapat tautan dari Bahterawan dermawan tersebut (terima kasih, lho… ) sudah dipastikan saya pasti akan planga-plongo, dan hanya bisa menatap soal-soal dengan bengong.

Dan hasilnya? Kemarin sudah diumumkan, syukurlah… ternyata lulus, walaupun tidak dengan nilai sempurna, tetapi itu sudah sangat cukup bagi saya mengingat histori menjelang ujian 🙂

Ujian Akhir Semester UT 2010.1

Hari ini, Minggu, 9 Mei 2010, saya mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) untuk jurusan Penerjemahan di Universitas Terbuka (UT). Semester ini saya duduk di semester VI, seharusnya di semester ini saya sudah menyelesaikan kuliah kalau saja mengikuti dan mengambil mata kuliah sesuai dengan ketentuan.
Tetapi karena tiap semesternya saya tidak bisa mengambil full sesuai yang disarankan, maka sampai saat ini masih ada beberapa mata kuliah yang tersisa. Dan nampaknya saya akan disalip oleh adik saya yang registrasi belakangan, yang juga sedang mengambil Pascasarjana di Unud. Oh, ya, saya sukses mengajak dua adik saya ikut kuliah di UT mengambil jurusan yang sama yaitu Bahasa Inggris Bidang Minat Penerjemahan.

Semester ini saya hanya mengambil 3 mata kuliah, yang semoga saja bisa lulus semua, kalau tidak, yaah….alamat akan semakin lama waktu kuliahnya. Tapi nggak apa juga sih, saya memang tidak mengejar titelnya, tapi mengejar ilmunya dan saya menikmati proses pembelajaran di UT.

Ternyata tidak ada tutorial online-nya

Ternyata, setelah ditunggu sekian lama tidak satupun mata kuliah yang saya ambil di semester ini, 2010.1, ada tutorial online-nya. Dengan kata lain, saya harus siap-siap belajar mengandalkan modul saja. Meskipun dalam nilai UAS nilai tutorial online tidak memberi pengaruh terlalu besar, saya tetap merasa terbantu dengan tuton ini, minimal bisa mengikuti latihan-latihannya.
Semester ini saya hanya mengambil 3 mata kuliah dengan jumlah SKS 12, yaitu Translation IV, Translation V dan Translation VII. Mata kuliah Translation mungkin tidak banyak teori yang harus dipelajari (menurut saya), tapi yang penting adalah harus banyak latihan atau praktek. Karena tidak ada tuton, maka saya harus rajin-rajin mencari bahan latihan.

Mengapa Ujian Nasional (UN) Begitu Menakutkan?

Hari ini, Senin 22 Maret 2010, Ujian Nasional untuk tingkat SMTA dimulai. Berbagai cerita bermunculan, dari berita-berita di berbagai media, secara umum menunjukkan betapa anak-anak itu, para siswa, begitu khawatirnya dengan pelaksanaan UN ini. Seperti yang saya baca di salah satu media online, ada beberapa siswa yang sakit dan bahkan sampai pingsan saat akan menghadapi UN. Seolah-olah mereka tidak yakin bisa mengerjakan soal-soal UN. UN betul-betul menjadi ’hantu’ yang sangat menakutkan bagi mereka. Kalau dibilang tidak siap, rasanya tidak juga. Karena hampir semua sekolah, jauh-jauh hari sudah mempersiapkan anak didiknya dengan menambah jam pelajaran khusus untuk membahas mata pelajaran yang akan diujikan dalam UN ini. Sekolah-sekolah juga mengadakan try out lebih banyak.
Di samping mendapat pelajaran tambahan di sekolah, anak-anak juga les di luar sekolah ikut bimbingan belajar yang kini makin menjamur. Jadi sebenarnya tidak ada alasan kalau dibilang mereka kurang belajar. Lalu apa masalah sebenarnya, sehingga para siswa begitu ’ngeri’ dengan UN? Saya juga tidak mengerti 🙂

Tutorial Online

Sampai malam ini, tutorial online dari perkuliahan D3 Penterjemah UT belum dimulai. Untuk semester 2010.1 tutorial yang seharusnya dimulai tanggal 14 Maret 2010 sesuai kalender akademik ternyata belum bisa dilaksanakan berhubung adanya masalah teknis.
Yah…semoga masalah teknis bisa segera teratasi dan tutorial bisa dimulai.