Tag Archive | Yoga

Tidak jadi sakit

Dari hari Selasa, badan sudah mulai terasa tidak enak. Gejala flu dan tampaknya masuk angin. Napas agak sesak, ada rasa sakit di dada seperti di tusuk-tusuk. Sesekali ditingkahi batuk. Saya sudah hapal dengan isyarat dari tubuh saya. Itu artinya saya mau flu dan demam. Penyebabnya pun saya tahu, kurang istrahat dan kurang tidur, karena ada deadline yang cukup mendesak.

Sedangkan Kamis adalah jadwal yoga, saya sempat punya niat untuk absen saja karena kondisi tubuh yang terasa tidak enak ini. Tapi, rasanya kok sayang kalau saya bolos. Akhirnya saya datang juga ke kelas yoga.  Berusaha konsentrasi penuh dan mengikuti semua instruksi sang guru dengan sebaik-baiknya. Terutama dalam pengaturan napas, saya berusaha fokus. Saya bisa mengikuti semuanya dengan baik tanpa terganggu oleh kondisi tubuh.

Di akhir sesi yoga, ada pemijatan diri sendiri,  kemudian dilanjutkan dengan  meditasi. Saya juga menyukai bagian yg ini, terasa tenang dan damai serta ringan. Setelah selesai yoga, saya merasakan ada perubahan dalam tubuh saya. Napas lancar, sakit di dada hilang, napas terasa ringan, tubuh terasa lebih enak. Maka, saya pun tidak jadi sakit.

Ah, manfaat yoga memang luar biasa 🙂

Advertisements

Kaoshikii Dance (Yoga #5 dan #6)

Yoga-and-DanceSesi yoga pertemuan kelima dan keenam, makin menyenangkan. Setelah melakukan beberapa pose, mengulang pose-pose sebelumnya dan tambahan pose baru, kami  melakukan tarian yoga juga. Sekarang sudah tahu namanya, tidak lupa lagi.  🙂 Kaoshikii Dance.

Beberapa manfaat Kaoshikii Dance, seperti yang dijelaskan oleh sang guru antara lain:

1. Mengaktifkan seluruh kelenjar dari ujung kaki sampai ujung kepala

2. Membantu tulang belakang agar lebih fleksibel

3. Membantu meringankan/menyembuhkan arthritis pada tulang belakang, leher, pinggang dan persendian

4. Menambah kekuatan dan ketajaman pikiran

5. Menambah daya kontrol pada tangan dan kaki

7. Membantu mempercerah kulit dan wajah

8. Membantu menenangkan pikiran dan menghilangkan keputusasaan

9. Memperlancar sekresi hormon dalam tubuh kita.

10. Menghilangkan kelesuan.

Dan banyak lagi manfaat lainnya bagi kesehatan. Sungguh, sangat tidak rugi mengikuti senam yoga ini.

Sebelum bubar, saya sempat berbincang-bincang dengan sang guru. Ternyata beliau sudah mengikuti yoga sejak tahun 1992 dan sempat mendalami yoga di India selama dua tahun.  Sejak tahun 1994 sudah jadi vegetarian. Pola hidup sehat ditambah rutin yoga menyebabkan penampilannya jauh lebih muda dari usianya, dengan pembawaan dan tutur kata yang halus.

NB: Gambar di atas diambil di sini.

Yoga (#4)

Segarrrr. Itu yang saya rasakan ketika baru selesai latihan yoga.

Hari ini hari keempat. Masih gerakan dasar dan mengulang gerakan-gerakan sebelumnya. Kemudian ditambah beberapa pose baru. Yang jelas, tetap menyenangkan. Manfaat yoga makin saya rasakan di samping tubuh terasa lebih ringan, juga tidak cepat capek. Biasanya kalau naik tangga menuju lantai dua, itu cukup membuat saya agak terengah-engah. Tetapi sekarang tidak lagi.

vajrasana_090511045318Satu lagi yang terpenting adalah pose bajrasana sangat membantu saya, karena dalam keseharian, dalam bersembahyang umat Hindu (perempuan) akan duduk dalam  pose bajrasana (bersimpuh). Biasanya saya tidak kuat bersimpuh lama-lama, cepat pegal dan sakit di lutut.  Tetapi sekarang pose bajrasana terasa menyenangkan.

Hari ini sesi yoga ditutup dengan tarian yoga (yang lagi-lagi saya lupa namanya). Kemudian dilanjutkan dengan pendinginan dan relaksasi dan pemijatan sendiri. Ah, senangnya.

Ketika masih gadis saya ikut beladiri kempo, saya suka olahraga yang berbau macho. Waktu SMA saya juga sering mendaki gunung.  Setelah menikah dan menjadi ibu, saya ikut senam aerobic, dan di rumah senam sendiri dengan mengikuti panduan video dari Berty Tilarso. Saya memilih video senam Taebo, yang mengkombinasikan gerakan aerobic dan Thai Boxing. Seru. Tetapi belakangan saya agak kurang olah raga karena beberapa kesibukan yang membuat saya keasyikan.

Nah, tampaknya yoga sekarang bisa membuat saya lebih asyik lagi, karena sudah sejak lama saya menginginkannya.

Yoga (#3)

Hari Selasa, 4 Desember 2012, adalah hari pertemuan ketiga untuk kelas yoga yang saya ikuti. Tentu saja tetap menyenangkan. Disamping gerakan dasar, sang guru sudah mulai memberikan pose-pose yang lebih rumit (rumit untuk pemula tentu saja :D). Sebelum memberikan contoh untuk sebuah pose, sang guru selalu menyebutkan nama posenya terlebih dahulu, kemudian memberikan contoh, setelah itu kami disuruh melakukan gerakan tersebut. Hanya saja saya belum hapal dengan nama-nama tersebut. Lupa :-). Saya lebih fokus memperhatikan contoh pose tersebut dengan saksama. Tetapi yang jelas pose-pose tersebut termasuk kelompok Raja Yoga (semoga saya tidak  salah denger) :D.

Kelenturan tubuh saya sudah mulai ada sedikit kemajuan. Atau mungkin sang guru yang pintar mengarahkan. Ada satu pose yang sebelumnya tak pernah terbayang saya akan bisa melakukannya. Dalam melakukan setiap pose sang guru selalu memandu dan memberi instruksi secara perlahan-lahan bagian tubuh mana yang harus digerakkan, dengan hitungan tertentu plus musik pengiring nan lembut. Pada akhir hitungan, tak terasa jari-jari kaki kanan saya bisa menyentuh kening dengan posisi masih duduk. Begitu juga dengan kaki kiri, dilakukan bergantian dengan gerakan yang sama.

Menyenangkan. Setelah hampir dua jam dan setelah melakukan beberapa pose, sebelum sesi hari itu berakhir, kami diberikan sebuah gerakan seperti tarian. Lagi-lagi saya lupa namanya (minggu depan saya akan tanyakan 🙂 ), gerakan tarian ini dilakukan dalam posisi berdiri, telapak tangan dikatupkan, lengan meliuk-liuk, tubuh bergerak ke segala arah dengan tetap berada di posisi.  Cukup lincah dan ritmik tapi masih tetap dalam pakem yoga.  Perasaan terasa tenang dan gembira.

Sebelum berakhir, seperti biasa melakukan pendinginan terlebih dahulu dan pemijatan diri sendiri. Relaksasi. Tubuh pun segar kembali.

 

Yoga (#2)

Kemarin, Selasa, 20 November 2012, hari kedua saya latihan yoga. Tambah semangat dan tambah senang, mungkin karena niat dan minat saya yang begitu besar. Latihan berlangsung selama dua jam dan saya sama sekali tidak merasa lelah malah terasa segar.  Jadwal latihan mestinya mulai jam lima sore, tapi karena sang guru harus menghadiri upacara adat yang dilaksanakan sejak pagi di kampungnya,  sehingga latihan molor satu jam.

Di hari kedua ini peserta yang hadir adalah sebelas orang dari 14 yang terdaftar.  Sedangkan hari pertama yang hadir  8 orang karena sebagian berhalangan.  Peserta memang dibatasi maksimal 14 orang kalau pun nanti ada peminat lain akan dibuatkan kelas baru.  Mudah-mudahan kelas baru nanti bisa dilaksanakan setiap hari Minggu, karena anak saya sangat ingin ikut dan hanya bisa hari Minggu saja.

Latihan hari kedua masih diisi dengan latihan dasar dan teknik-teknik pernapasan.  Juga dikenalkan beberapa pose atau asana yang sungguh menarik bagi saya. Sang guru beberapa kali mengingatkan tidak ada kompetisi dalam yoga dan jangan sekali-sekali memaksakan diri untuk mengikuti asana yang kira-kira belum bisa diikuti sekalipun teman lainnya sudah bisa melakukannya. Ditekankan lagi bahwa kelenturan tubuh seseorang itu berbeda dengan yang lainnya. Jadi, diikuti senyamannya saja, jangan sampai tubuh merasa dipaksa. Pelan-pelan seiring waktu dan latihan, tubuh akan makin lentur dengan sendirinya.

Sang guru juga sempat menanyakan siapa-siapa di antara kami yang mempunyai penyakit tertentu. Misalnya darah tinggi, karena ada beberapa pose yoga yang tidak boleh dilakukan oleh orang penderita penyakit tertentu. Untuk itulah dia perlu tahu bagaimana kondisi kesehatan para peserta.

“Kita semua punya tujuan yang sama yaitu mengikuti yoga untuk meningkatkan kualitas kesehatan. Jangan sampai setelah ikut yoga, kondisi kesehatan malah makin menurun,” katanya mewanti-wanti.

Kami senang dengan cara mengajarnya yang penuh kesabaran (mungkin setiap guru yoga memang sabar dan halus yaa :D).  Setiap gerakan, setiap pose yang kami lakukan sang guru selalu menjelaskan apa manfaat dari pose itu untuk organ-organ tubuh kita. Setiap pose selalu ada organ tubuh yang dituju.  Pokoknya, yoga memang asyik!

Saya berniat untuk menulis setiap selesai latihan yoga dan mendokumentasikannya di blog ini, sehingga perjalanan saya dalam latihan yoga terdokumentasi di sini. 🙂

Akhirnya, bisa juga ikut kelas yoga (#1)

Sudah sejak lama saya ingin sekali mengikuti kelas yoga, bermula dari membaca artikel tentang yoga, kemudian diperkuat oleh tayangan acara yoga di TV lokal yang tampil reguler setiap minggu. Acaranya dipandu oleh orang India, yang ashramnya terletak di Renon. Saat itu anak saya masih kelas 4 SD dan saya rajin nonton acara tersebut sehingga keinginan saya makin menggebu-gebu. Saya sempat menghubungi ashram itu yang nomor teleponnya ditampilkan di layar setiap acara menjelang selesai.

Saya sudah menanyakan hari dan biaya untuk ikut kelas yoga bagi pemula. Kendala terbesarnya adalah tempatnya yang jauh dari rumah. Membayangkan untuk pergi ke sana membuat saya jadi malas. Pelan-pelan keinginan itu terkubur, tapi saya masih sering membaca-baca artikel tentang yoga, manfaatnya bagi kesehatan dan tubuh kita. Ada juga yang mengatakan bahwa yoga bisa dipelajari sendiri dengan membeli VCD/DVD tentang yoga dan mengikuti petunjuknya. Saya pernah membeli salah satu buku + VCD karya Anand Khrisna, tapi terus terang saya tidak berani mencoba sendiri tanpa instruktur yang berpengalaman.

Sekian tahun kemudian, tepatnya minggu lalu, ketika sedang menghadiri arisan ibu-ibu di kompleks perumahan kami yang diadakan di Balai Dusun (Balai Pertemuan), saya didekati oleh Ibu Rusmala, seorang dosen Ekonomi di Udayana. Ibu dosen itu bertanya pada saya apakah berminat ikut kelas yoga. Hah? Yoga? Mendengar kata yoga telinga saya langsung berdiri dan menghentikan kegiatan tulis menulis sejenak. Sebagai bendahara arisan, saat itu saya sedang sibuk menerima uang dan mencatat nama ibu-ibu yang membayar arisan.

“Yoga? Kapan? Di mana?” saya begitu antusias.

“Tempatnya di sini, kita akan manggil guru yoga untuk mengajar kita, sekarang kita data dulu siapa-siapa yang mau ikut.”

“Mauuuu, catat nama saya Bu,” kata saya penuh semangat.

(Nah, siapa bilang arisan hanya ajang untuk bergosip?) 😀

Akhirnya, datanglah hari itu. Hari pertama kelas yoga, instrukturnya seorang pria yang berusia kira-kira di akhir tigapuluhan atau awal empatpuluhan. Sebelum sesi yoga dimulai, setiap peserta ditanya apa yang menjadi harapannya setelah mengikuti yoga. Saya sendiri tidak muluk-muluk, intinya saya ingin menjaga dan meningkatkan kesehatan tubuh. Mengingat saya termasuk orang yang malas berolah raga. Kalaupun nanti ada hasil lain yang mengikuti, itu hanyalah bonus. Saya tidak muluk-muluk akan bisa berpose yang (tampaknya) sulit sekali seperti Mbak Dina Begum. Apalagi mengingat usia saya yang tidak muda untuk memulai yoga, dan sebelumnya saya sempat ragu-ragu apakah saya akan bisa mengikutinya. Tetapi sang guru meyakinkan tidak ada istilah terlambat untuk memulai yoga.  Saya semangat lagi, apalagi sebagian besar peserta lainnya rata-rata berusia kepala lima, setidaknya saya masih kepala empat. 😉

Sebelum sesi yoga dimulai, sang guru menjelaskan secara singkat apa itu yoga, dan apa manfaatnya bagi tubuh kita. Persis seperti apa yang pernah saya baca di sebuah website. Yoga telah dipraktekkan selama lebih dari 5.000 tahun dan kelas yoga yang paling diminati adalah mempelajari berbagai macam  fisik pose, yang disebut asana. Ini juga biasanya mencakup beberapa bentuk teknik pernapasan dan mungkin suatu teknik meditasi juga. Beberapa kelas yoga dirancang murni untuk relaksasi. Tapi ada gaya yoga yang mengajarkan cara untuk menggerakkan tubuh dengan cara baru. Memilih salah satu dari gaya ini menawarkan begitu banyak manfaat kesehatan terbesar dan memungkinkan kita untuk mengembangkan fleksibilitas, kekuatan, dan keseimbangan.

Secara garis besar yoga bisa memberikan manfaat yang besar untuk menambah fleksibilitas, dapat memperbaiki postur, menambah kinerja organ-organ pernapasan, meningkatkan konsentrasi dan mood, mengurangi stress dan meningkatkan ketenangan, membantu mengatur tekanan darah sehingga otomatis membantu jantung.

Beberapa penelitian juga memberi kesan bahwa yoga memiliki efek positif pada pembelajaran dan memori. Peneliti lain telah mempelajari apakah yoga dapat memperlambat proses penuaan, meningkatkan rasa seseorang dari penerimaan diri, atau meningkatkan tingkat energi. Beberapa potensi manfaat yoga mungkin sulit untuk dipelajari secara ilmiah. Misalnya, yoga telah dikatakan dapat meningkatkan kesadaran rohani.

Kelas yoga hari pertama berjalan dengan sangat menyenangkan. Sang guru membimbing kami dengan sabar dan perlahan-lahan, mulai dari dasar sekali. Mulai dari teknik bernapas, pemanasan, kemudian mulai dengan pose-pose yang ringan. Kami mengikuti semua aba-abanya, dan beberapa kali sang guru berucap: “Jangan dipaksa, jangan memaksakan diri, kalau memang tidak kuat atau terasa sakit, lepaskan.” Kalimat itu diucapkan berulang-ulang. Saya teringat dengan salah satu artikel yang pernah saya baca, yang antara lain menyebutkan bahwa melakukan yoga tubuh tidak boleh terasa sakit dan tidak ada istilah kompetisi dalam yoga.

Kami melakukan semua gerakan yang diajarkan, sampai pada suatu pose yang disebut mudra yoga. Saya exciting sekali ketika ternyata saya bisa melakukannya. Tadinya saya pikir saya tidak akan bisa menyentuhkan kepala ke lantai dalam posisi duduk seperti itu. Wah, senangnya, maklum newbie, hihihi.

Sesi yoga hari itu ditutup dengan pendinginan dan pemijatan diri sendiri. Asyik dan seru, dan… tak sabar menunggu hari Selasa berikutnya. 🙂

NB: ilustrasi gambar di atas diambil di sini dan di sini.